Rabu, 30 November 2011

DASAR – DASAR LOGIKA BERPIKIR

BATASAN LOGIKA
Logika tidak ada definisi yang mati. Definisi yang mutlak yang artinya tidak lain dari pada pembatas selalu di berikan dalam rangka atau dalam hubungan atau dengan tujuan tertentu, perbendaan kerangka berpikir akan menghasilkan definisi berbeda.
Rokok dapat didefinisikan sebagai sarana kenikmatan, sebagai barang dagangan atau dapat dilihat dalam kerangka idusitri atau ekonomi.
Logika disini didefinisikan sebagai sesuatu yang harus dipelajari agar orang dalam berfikir tidak tersesat dan dapat sampai pada kesimpulan yang benar karena sebagai sesuatu yang harus dipelajari maka ia dapat dikatakan sebagai ilmu karena tujuannya agar orang dapat mencapai kesimpulan yang benar, maka logika sifatnya praktis karena harus memberi petunjuk atau aturan – atuaran atau hukum – hukum, jadi harus bersifat normatif lni semua dimaksudkan agar orang yang mempelajarinya mendapat kemahiran untuk berpikir tepat jadi logika tidak hanya didefinisikan sebagai studi saja, tetapi logika sebagai studi dan kemahiran.
Untuk memperoleh kemahiran orang harus memahami dan menguasai norma-norma tertentu yang berupa prinsip-prinsip dan metode yang diperlukan untuk menerapkan prinsip tersebut dalam pemikiran agar dapat diperoleh kesimpulan yang benar.



Disini perlu diberikan setidak – tidaknya dua catatan pertama, manusia menurut kodratnya adalah mahluk yang berfikir dan jalan pikiran manusia dikodratkan berfungsi secara tertentu, artinya menurut kaidah – kaidah tertentu Hal ini  sebagai logika alam, dan tidak menghilangkan manfaan studi logika.
Dalam keadaan yang sama orang yang mempelajari logika dapat diharapkan akan lebih mudah menghindari kesesatan berfikir dan mencapai kesimpulan dengan benar kedua, bahwa yang dipelajari dalam logika itu bukan proses berfikir atau apa yang terjadi dalam pikiran ini bidang psikologi logika membahas wujud dari proses berfikir, tanpa mempersoalkan prosesnya sendiri.
Selanjutnya karena logika itu dimaksudkan untuk mencapi kesimpulan yang benar , maka logika hanya mengenai wujud proses berfikir dimana pikiran menarik kesimpulan yaitu penalaran, semua penalaran adalah proses berfikir, akan tetapi tidak semua pemikiran adalah penalaran – penalaran adalah pemikiran yang menghasilkan kesimpulan sudah tentu hasil kesimpulan itu tergantung pada proses berfikirnya, akan dalam logika, proses itu sendiri tidak dibahas logika bertolak dari assumsi bahwa proses itu normal.
Maka logika hanya membahas apakah wujud penalaran itu tepat ( correct) atau tidak tepat ( incorrect) untuk mencapai kesimpulan yang benar Dengan demikian logika dapat dirumuskan sebagai studi dan kemahiran tentang prinsip – prinsip dan metode untuk mengguji ketepatan penalaran.
Sedangkan batasan. Rumusan atau pengertian logika dari beberapa ahli dapat dikemukakan disini, diantaranya.




1.  Prof. Dr. N. Driyarkara
Logika adalah ilmu pengetahuan yang memandang hukum susunan atau bentuk pikiran manusia yang membahkan pikiran mencapai kemajuan logika sering disebut juga dengan dialektika oleh karena proses atau perjalanan pikiran kita maju sedikit demi sedikit.

2 komentar:

Komentar Terakhir

Hot Models

Berita Nasional

Labels

Gabung Nyuk...!

Twitter Updates

    follow me on Twitter

    Top Nav menu

    Buku Tamu

    Daftar Blog Saya

    Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all